Polsek Ketungau Hulu Cek Lima Titik Hotspot, Api Dilaporkan Sudah Padam

Polsek Ketungau Hulu Cek Lima Titik Hotspot, Api Dilaporkan Sudah Padam

SINTANG – Polsek Ketungau Hulu melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap lima titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026). Pengecekan dilakukan sebagai tindak lanjut atas data pemantauan satelit pada Jumat (9/10/2026).

Kelima titik yang berhasil dijangkau petugas tersebar di Desa Sepiluk, Desa Nanga Bugau, dan Desa Sekaih. Titik-titik tersebut terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan kategori sedang (medium).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut melibatkan empat personel Polsek Ketungau Hulu, yakni Aiptu Okta Plaza, Briptu Taruna Kusumayadi, Briptu Susanto, dan Briptu Johan Mei Hendri.

Petugas mendatangi lokasi berdasarkan koordinat yang terpantau dan melakukan pemeriksaan dengan menyisir area di sekitar titik panas hingga radius satu kilometer. Langkah ini dilakukan untuk memverifikasi kondisi lahan serta mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas.

Berdasarkan hasil pendataan, titik pertama berada di Desa Sepiluk dengan luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 0,7 hektare. Titik kedua berada di Desa Nanga Bugau dengan luas sekitar 0,6 hektare. Sementara itu, tiga titik di Desa Sekaih masing-masing diperkirakan berdampak pada lahan seluas 0,8 hektare, 0,5 hektare, dan 0,7 hektare.

Dengan demikian, total luas lahan yang tercatat pada lima titik tersebut diperkirakan mencapai 3,3 hektare. Lahan yang diperiksa merupakan kawasan bertanah mineral dengan vegetasi semak belukar. Pemilik lahan belum diketahui, sedangkan lokasi yang dilaporkan tidak memiliki konsentrasi penduduk.

Saat petugas tiba di lokasi, api di titik-titik yang diperiksa dilaporkan telah padam. Namun, berdasarkan rekapitulasi pemantauan satelit, terdapat sepuluh titik panas di wilayah hukum Polsek Ketungau Hulu, yang terdiri atas satu titik di Desa Sepiluk, satu titik di Desa Nanga Bugau, dan delapan titik di Desa Sekaih. Lima titik lainnya tidak dapat dijangkau petugas.

Selain melakukan pengecekan dan verifikasi, personel Polsek Ketungau Hulu memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Polsek Ketungau Hulu mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan kondisi titik panas di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran susulan. Melalui pemantauan dan kerja sama dengan masyarakat, diharapkan risiko Karhutla di Kabupaten Sintang dapat ditekan.